Mediakalselnews. com

BOYOLALI — Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) akhirnya memiliki ketua umum definitif setelah lebih dari dua tahun dipimpin pelaksana tugas (Plt). Melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Front One The Andia Boyolali pada 19–21 Mei 2026, Iskandar, S.Sos secara resmi ditetapkan dan dikukuhkan sebagai Ketua Umum SWI periode 2026–2031 melalui kesepakatan bersama.

Sidang pemilihan yang dipimpin A. Mukhlis Renaldi dihadiri jajaran pimpinan wilayah dan daerah SWI dari berbagai penjuru Indonesia. Proses penjaringan awal menghadirkan dua nama calon, namun satu di antaranya dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat yang ditetapkan panitia. Hal ini menjadikan Iskandar sebagai satu-satunya kandidat yang maju. Meski demikian, sidang tetap melaksanakan mekanisme pemilihan sesuai tata tertib, di mana Iskandar meraih 54 suara dukungan mutlak, sementara tujuh peserta memilih abstain, dan selebihnya kosong.

Dalam pidato pertamanya setelah dikukuhkan, Iskandar menyampaikan rasa syukur dan komitmen kuatnya untuk memajukan organisasi. “Amanah ini akan saya jalankan sekuat tenaga. Mari kita bawa SWI maju bersama, dari kita untuk kita,” ujarnya. Ia menegaskan fokus utamanya adalah membangun organisasi yang kokoh serta meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota di tanah air.

Tak hanya itu, Iskandar juga memiliki visi besar untuk mensejajarkan SWI dengan organisasi pers besar lainnya, termasuk berupaya menjadikan SWI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers. Sebagai langkah nyata, ia sudah menyiapkan kantor sekretariat pusat di wilayah Jabodetabek guna menunjang operasional organisasi. Visi, misi, dan rencana kerja yang dipaparkan mendapatkan sambutan positif dan dinilai mampu membawa angin segar bagi kemajuan organisasi.

Dinamika dan perdebatan yang cukup alot saat sidang justru dianggap sebagai tanda positif. Ketua DPW SWI Kalimantan Selatan, Sugian Noor, S.E., menilai hal tersebut adalah cerminan demokrasi yang sehat dan bukti bahwa SWI adalah organisasi yang hidup. “Perdebatan itu menunjukkan kita punya semangat membangun kepemimpinan yang kredibel. Saya yakin ke depan SWI akan semakin solid dan kokoh,” ungkapnya.

Selain serangkaian sidang dan pemilihan, Munas II ini juga dimeriahkan dengan kegiatan simbolis pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan desa penggerak ketahanan pangan serta dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, dan unsur pimpinan daerah Boyolali.

Munas ini menjadi tonggak sejarah penting bagi SWI. Dengan adanya kepemimpinan definitif, organisasi kini bersiap menyusun berbagai program kerja strategis guna memperkuat konsolidasi internal dan mempertegas peran wartawan anggota di tengah masyarakat selama lima tahun ke depan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.