MediakalselNews.com
Banjarmasin, Suasana pagi di kawasan Siring Menara Pandang, Jalan Aes Nasution, Banjarmasin, terasa begitu hidup pada Minggu (7/11/2026). Warga tampak berolahraga, bersantai bersama keluarga, berbelanja jajanan, hingga menikmati udara segar. Di antara keramaian stan makanan, panggung tarian tradisional Dayak, dan stan komunitas pencinta hewan, kehadiran Persatuan Tradisi Adat Kalimantan (PATAKA) menyuguhkan sesuatu yang istimewa: pengobatan tradisional khas Kalimantan untuk meringankan keluhan kesehatan warga.8 November 2026
Ketua PATAKA, Yahya, menyampaikan kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan sekadar melayani pengobatan, melainkan juga menjaga warisan leluhur.
“Alhamdulillah, kami hadir lagi di Siring Banjarmasin. Tujuan kami sederhana: membantu warga yang datang dengan berbagai keluhan sakit. Selain itu, kami ingin melestarikan adat urang bahari, khususnya ilmu pa urutan khas Kalimantan yang sudah diwariskan turun-temurun,” ujarnya.
Pelayanan PATAKA tidak hanya sebatas pijat atau urut biasa. Tersedia juga metode Sambur Banyu, Bepidara, hingga Terapi Api, yang semuanya merupakan pengetahuan pengobatan tradisional masyarakat Kalimantan.
Yang menarik perhatian, di antara para terapis hadir juga sosok muda bernama Hafizh. Meski masih muda, ia telah mahir melakukan terapi api, totok syaraf, dan pijat tradisional — keahlian yang ia pelajari langsung dari ayahnya, Syahli, yang juga menjabat sebagai Penasihat PATAKA.
Syahli menjelaskan, terapi api ini diperuntukkan bagi penderita sakit kepala berulang serta pembekuan energi atau nyeri di bagian tubuh tertentu. Penerapannya dilakukan dengan hati-hati, biasanya berlangsung satu hingga dua menit di titik yang dituju.
“Hafizh adalah bukti bahwa ilmu leluhur ini terus diteruskan ke generasi muda. Semoga tradisi pengobatan nenek moyang kita tidak punah dan tetap bermanfaat bagi banyak orang,” tambah Syahli.
Kehadiran PATAKA di Siring Menara Pandang bukan sekadar menawarkan penyembuhan, melainkan juga menjaga identitas budaya masyarakat Kalimantan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Red
@sik
