Mediakalselnews. com
Banjarbaru, Kalimantan Selatan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sistem pangan yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan upaya serius untuk mengurangi kehilangan pascapanen dan pemborosan pangan (food loss & waste). Dorongan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, khususnya dari Bapak Habib Umar, untuk memasukkan isu food loss & waste dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Pangan Kalsel, menjadi langkah penting dalam upaya ini.

Strategi pengurangan food loss & waste yang diterapkan Pemprov Kalsel meliputi beberapa pendekatan. Pertama, edukasi intensif diberikan kepada petani dan pedagang untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pengelolaan hasil panen yang baik. Kedua, kemitraan dengan food bank dan penyedia fasilitas cold storage/ruang pendingin diperkuat untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan pangan. Ketiga, pengelolaan sampah pangan ramah lingkungan dipromosikan, termasuk pengadaan tempat sampah organik, program komposting di tingkat desa, dan edukasi pengelolaan limbah di pasar dan rumah tangga.

Kadis Pertanian Kalimantan Selatan (Kalsel) Ir. H. Syamsir Rahman, MS, Kami berupaya mencegah kehilangan dan pemborosan pangan (food loss & waste) melalui beberapa strategi untuk mendukung pangan berkelanjutan.

Kami juga memberikan edukasi kepada petani dan pedagang tentang praktik pengelolaan hasil panen yang baik. Hal ini mencakup penanganan pascapanen yang tepat, penyimpanan yang efektif, dan pengolahan untuk memperpanjang masa simpan produk pertanian .

Kemitraan dengan food bank dan penyedia fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) diperkuat untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan pangan. Kerja sama ini memastikan produk pertanian yang tidak segera terjual tetap terjaga kesegarannya dan dapat didistribusikan kepada yang membutuhkan .

Program komposting di tingkat desa dan edukasi pengelolaan limbah di pasar dan rumah tangga dipromosikan. Upaya ini mengurangi sampah organik dan mengubahnya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian .

Isu food loss & waste diintegrasikan ke dalam perencanaan daerah dan alokasi anggaran. Hal ini memastikan adanya dukungan kebijakan dan pendanaan yang memadai untuk program-program pencegahan food loss & waste .

Kerja sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten/Kota, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bappeda Kalsel menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi antar instansi memastikan terintegrasinya upaya pencegahan food loss & waste di berbagai tingkatan pemerintahan .

Wartawan:@sikin MK
Editor : MK news

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.