Mediakalsel News. com
BANJARMASIN, 2 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung bukan lagi sekadar fenomena cuaca bagi warga Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin. Tebalnya asap hingga jarak pandang menyusut tak lebih dari 10 meter telah menimbulkan dampak nyata: korban kesehatan, kekhawatiran keselamatan, dan desakan agar pemerintah daerah segera bertindak lebih tegas.
H. Muhammad Noor, Ketua TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang makin memburuk.
“Selama kebakaran berlangsung, kami terkena dampak asap tersebut. Tebalnya luar biasa — sekitar 10 meter saja sudah tak tampak apa-apa.”
Ia mempertanyakan respons pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kalsel, dan meminta dukungan peralatan memadai.
“Bagaimana tanggapan Pemerintah Daerah? Apakah dapat dibantu mesin pompa air? Kasihan petugas Damkar yang bekerja bersusah payah memadamkan titik api di wilayah Kalimantan Selatan.”
Dampak kesehatan menjadi kekhawatiran utama. Sebelum asap menebal, banyak anggota yang sudah menderita ISPA. Tetap bekerja demi kebutuhan hidup justru memperburuk kondisi mereka.
“Anggota kami kebanyakan bertugas di lapangan. Sudah ada yang menderita asma dan harus masuk rumah sakit. Sebelum asap menumpuk pun banyak yang sudah terkena ISPA. Tetapi mau bagaimana — tetap harus bekerja. Akibatnya ada yang kini dirawat. Sungguh berat beban yang mereka pikul,” ungkap H. Muhammad Noor.
Meski jumlah titik api di sekitar Kalsel tercatat sekitar 500 titik — jauh di bawah angka ribuan di Kalteng maupun Kalbar — ancaman bagi warga tetap nyata dan harus segera ditangani dengan serius.
Bau asap terasa bahkan sejak pagi hari. Pengendara jalan raya menjadi kelompok paling rentan dibanding mereka yang berada di dalam ruangan atau kendaraan tertutup.
“Imbauan kami sederhana: setiap keluar rumah, pakailah masker. Kurangi hirupan udara berasap yang menyakiti saluran pernapasan. Baunya sudah terasa sejak pagi. Kasihan pengendara yang berkendara tanpa perlindungan,” pesannya.
Di akhir pernyataannya, Ketua TKBM Samudera Nusantara berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti.
“Kami berdoa dan mengharapkan bantuan nyata: peralatan yang memadai, penanganan yang cepat, agar asap dan api segera mereda. Semoga Banjarmasin khususnya, Kalsel pada umumnya dan seluruh Kalimantan kembali bersih udaranya dan warga dapat bernapas lega.”
red
Anh/Mkn
