MEDIAKALSELNEWS. COM
HULU SUNGAI UTARA – Semangat warga dan ketahanan program swasembada pangan diuji kembali, namun tak surut oleh kendala alam. Polsek Danau Panggang di bawah naungan Polres Hulu Sungai Utara (HSU) turun langsung mendampingi Kelompok Tani binaan melaksanakan penanaman ulang jagung pakan untuk kuartal kedua tahun 2026 di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 22 Juni 2026, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai.
Aksi tanam bersama ini merupakan langkah pemulihan menyusul musibah yang terjadi pada penanaman perdana bulan Mei silam. Saat itu, bibit yang baru berusia sekitar 10 hari sempat tumbuh baik, namun kemudian terendam air akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai yang meluap secara tiba‑tiba. Seluruh tanaman akhirnya membusuk dan mati, sehingga rencana produksi sempat terancam gagal total. Setelah air surut dan permukaan tanah mulai mengering, kerja sama antara aparat dan petani segera digerakkan kembali untuk memulihkan lahan.
Desa Pinangkara ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pembinaan Polsek Danau Panggang dalam rangka mendukung penuh Program Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional. Mitra utama di lokasi ini adalah Kelompok Tani “Setia Usaha” yang beranggotakan 23 orang petani. Awalnya tersedia lahan siap tanam seluas 3 hektar; namun pasca kejadian banjir, kini dilakukan penanaman ulang sekaligus perluasan menjadi 5 hektar. Dari luas tambahan tersebut, seluas 2 hektar sudah dikerjakan hari ini, sedangkan sisa 1 hektar direncanakan segera ditanam pada sisa bulan Juni atau awal Juli 2026 — menunggu air benar‑benar surut dan kondisi tanah stabil di bagian yang masih tergenang.
Turut hadir dan aktif terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan ini antara lain: Kapolsek Danau Panggang, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kecamatan Amuntai Tengah, seluruh anggota Kelompok Tani “Setia Usaha”, serta Bhabinkamtibmas dan jajaran anggota Polsek Danau Panggang.
Rangkaian kerja diawali dengan koordinasi teknis dan pembinaan terpadu antara pihak kepolisian selaku pembina, petugas penyuluh, dan kelompok tani guna menentukan waktu dan cara tanam yang paling aman. Selanjutnya dilakukan kegiatan penanaman serentak di lahan, ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama sebagai bukti kebersamaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, lancar, dan penuh semangat gotong royong. Kehadiran Polri di tengah petani menjadi bukti bahwa pendampingan tidak berhenti saat cuaca baik saja, melainkan justru semakin diperkuat saat menghadapi tantangan alam.
Langkah nyata ini selaras dengan semangat kerja Polres HSU: Hebat, Sigap, dan Unggul Melayani Masyarakat, serta terus mengamalkan nilai dasar PRESISI: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan — demi pertanian yang tangguh dan Indonesia Emas yang mandiri pangan. Perkembangan selanjutnya di lapangan akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala.
#Humas Polsek Danau Panggang / Polres Hulu Sungai Utara.









