Mediakalsel News. com
Barito Kuala, 16 Agustus 2026 — Yayasan Dayak Membangun Kalimantan Selatan (YDMKS) turut
mendukung kemeriahan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Ulang Tahun
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 melalui kegiatan Lomba Tradisional Kuntau
yang digelar di Desa Jelapat Baru RT 009, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Minggu
(16/8/2026). Mengangkat tema “Menjaga Warisan Leluhur dan Memperkokoh Persaudaraan”,
menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni
bela diri tradisional Kuntau sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.
Lomba diikuti 14 perguruan yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya
Indonesia Kabupaten Barito Kuala. Para peserta menampilkan kemampuan dan kekhasan gerak
Kuntau yang diwariskan secara turun-temurun.
Dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito
Kuala, Ketua Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia Kalimantan Selatan, KORMI
Kalimantan Selatan, GEPPAK Kalimantan Selatan, Kepala Desa Jelapat Baru, serta para ketua
perguruan Kuntau yang mengikuti perlombaan.
Sekretaris Umum YDMKS, Darmanto, S.AP., M.Hum., mengatakan bahwa kegiatan tidak hanya
diarahkan sebagai perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga
keberadaan seni tradisional agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Menurutnya, Kuntau memiliki nilai budaya yang penting karena tidak sekadar mengajarkan
keterampilan bela diri, tetapi juga mengandung nilai disiplin, keberanian, penghormatan kepada
orang lain, serta semangat kebersamaan. “Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin warisan leluhur
tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kuntau harus terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya
Kalimantan Selatan,” ujar Darmanto.
Pada malam Sabtunya 15 Agustus 2026 Darmanto, S.AP., M.Hum Sekretaris Umum YDMKS juga
menghadiri Pergelaran Wayang Kulit Purwa Banjar dan Pameran Seni Rupa/Lukisan di halaman
Disporabudpar Kabupten Banjar, yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Banjar.
Menurutnya, momentum Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan peringatan Kemerdekaan
Republik Indonesia tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan sejarah dan kebangsaan, tetapi
juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya
lokal. “Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah, organisasi budaya,
perguruan Kuntau, masyarakat dan generasi muda memiliki peran yang sama dalam menjaga warisan budaya daerah, katanya
Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.








