Mediakalselnews. com
Banjarmasin, 5 Februari 2026.Kunjungan WRC (Watch Relation Corruption )ke Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus dialog terbuka. Dalam pertemuan tersebut, tim WRC menyampaikan masukan dan catatan hasil pendalaman lapangan terkait kondisi di sejumlah lapas di wilayah Kalsel.

Ketua Tim WRC, Habib Muchdar, assegaf.mengatakan pihaknya membawa data dan rekaman yang memuat indikasi masih adanya peredaran handphone ilegal serta dugaan praktik pembayaran tertentu di dalam lapas. Seluruh temuan, menurutnya, disampaikan melalui jalur resmi agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang tanpa membuka identitas lapas ke publik pada tahap awal.

Kemudian ditambahkan lagi oleh Bapak Jayadi selaku Dewan pengurus WRC Korwil Kalsel.dalam pertemuan tadi mereka memberikan masukan masukan,meminta keseriusan kepada Kanwil Dirjenpas supaya masukan masukan yang disampaikan WRC tadi bisa dilaksanakan agar betul betul tingkat kepercayaan masyarakat kita betul betul puas terhadap keinginan untuk memperhambat peredaran narkoba dan kasus lainnya yang terjadi disetiap lapas tersebut.
Dan menurut beliau Bapak Jayadi ” Yang jelas kita meminta,apa yang menjadi masukan masukan tadi segera dilaksanakan ,karena itu bagian yang kita harapkan bersama dan menurut beliau ,kalau menuntaskan secara ini mungkin tidak ya,tapi paling tidak mengurangi lah.dan beliau berharap mafia,oknum oknum yang bermain didalam itu mungkin segera berhenti.

Menanggapi hal itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan yang diberikan. Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap setiap laporan yang disertai bukti, karena seluruh informasi akan menjadi bahan evaluasi internal. Jajaran pemasyarakatan, ujarnya, terus melakukan pembenahan sesuai arahan pimpinan pusat.

Kanwil Ditjenpas Kalsel juga menyebut razia rutin dilaksanakan sedikitnya empat kali dalam sebulan, baik terjadwal maupun insidentil, disertai tes urin bagi warga binaan dan petugas. Setiap temuan narkoba dilaporkan ke kepolisian, sementara temuan handphone menjadi bahan penelusuran jalur masuk, baik dari kemungkinan oknum maupun pengunjung. Penempatan kamar warga binaan pun kini menggunakan sistem database terpusat agar lebih terkontrol.

Baik WRC maupun pihak Kanwil berharap pertemuan tersebut menjadi pintu penguatan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan. Sinergi masukan masyarakat dan langkah penertiban internal dinilai penting untuk menjaga integritas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan di Kalimantan Selatan.

red
Udn

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.