MKnews. com

Taiwan, Juni 2025 — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menunjukkan komitmennya untuk menembus World Class University (WCU) dengan memperluas jejaring internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global. Salah satu langkah nyata diwujudkan dalam kerja sama strategis antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dalam menyelenggarakan seminar bertajuk “Edukasi Hukum untuk Perlindungan Pekerja Migran”.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang diprakarsai oleh Kepala LPPM ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D, beserta tim dosen lintas fakultas. Acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, terutama karena menyentuh isu strategis dan berdampak luas terhadap warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan.

Wakil Rektor ULM, Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH, dalam pemapannya sebagai Narasumber menegaskan bahwa seminar ini mengusung tema krusial terkait perlindungan hukum terhadap PMI, sekaligus membahas tantangan, peluang, dan rekomendasi kebijakan dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran. “PMI adalah pahlawan devisa negara. Kontribusi mereka sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, baik secara langsung dalam bentuk remitansi, maupun secara tidak langsung dalam memperkuat fiskal nasional,” ujarnya.

Taiwan sendiri merupakan salah satu destinasi utama penempatan pekerja migran asal Indonesia, khususnya di sektor domestik dan manufaktur. Jumlah PMI Indonesia di Taiwan merupakan yang terbesar ketiga di dunia, setelah Malaysia dan Arab Saudi.

Kegiatan ini menandai langkah progresif ULM dalam mewujudkan target sebagai World Class University melalui internasionalisasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya menjangkau kawasan Asia Timur, sebelumnya pada Februari 2025, LPPM ULM juga sukses menjalin kolaborasi dengan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, dalam kegiatan pengabdian internasional bertajuk “Introducing Computational Thinking to Students: ULM and SIJ Collaboration to Build Critical Thinking”.

Dari rangkaian perjalanan ke Taiwan, delegasi ULM juga melakukan penjajakan kerja sama institusional melalui inisiasi MoU ke National Taiwan University of Science and Technology (NTUST atau Taiwan Tech), universitas teknik terkemuka dengan peringkat QS Top 50 dunia di bidang teknologi. Penjajakan ini merupakan peningkatan dari kerja sama sebelumnya yang masih berada di tingkat fakultas dan departemen, kini diarahkan menuju kerja sama lintas institusi secara menyeluruh.

Prof. Iryanti, utusan Kantor Urusan Internasional (KUI) ULM yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting dalam memperluas kerja sama akademik dan riset internasional. “Kami ingin menjadikan kerja sama ini bukan hanya seremonial, tetapi memiliki dampak nyata dalam penguatan kapasitas akademik, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi riset yang sejajar antara ULM dan mitra globalnya,” jelas Prof. Iryanti.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan ULM untuk go to World Campus, memperluas jejaring kolaboratif, serta meningkatkan visibilitas dan kontribusi global perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan riil masyarakat internasional, terutama diaspora Indonesia di luar negeri.

Sekretaris LPPM ULM, Dr. Ir. Yuslena Sari, menegaskan komitmen LPPM untuk terus mendorong pengabdian masyarakat kolaboratif lintas negara sebagai strategi penguatan peran ULM dalam pembangunan global dan kontribusi nyata terhadap perlindungan serta pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.

 

red

@sik

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.