Mediakalselnews. com
Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat angka kemiskinan yang mengkhawatirkan. Pada September 2024, tercatat 180 ribu penduduk miskin (4,02%), sementara angka pengangguran mencapai 88.499 orang pada Februari 2025. Angka ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan untuk mendesak penanggulangan serius terhadap permasalahan ini.
Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan pun merespon dengan komitmen kuat untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi yang dijalankan difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan bantuan sosial berbasis data, peningkatan kapasitas angkatan kerja, dan integrasi data antar instansi.
Program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan tunai lainnya akan disalurkan secara tepat sasaran dengan memanfaatkan data yang akurat. Pendampingan keluarga miskin juga ditingkatkan untuk mencegah mereka jatuh kembali ke dalam kemiskinan.
Pemerintah fokus pada pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kemitraan dengan dunia usaha difasilitasi untuk menjamin terbukanya peluang kerja bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan wirausaha juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Selatan berkolaborasi untuk mengintegrasikan data. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat miskin melalui pengembangan ekonomi produktif. Integrasi data ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat dan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif.
Melalui sinergi sosial dan program peningkatan pekerjaan ini, Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen yang nyata dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Banjarmasin dan sekitarnya. Harapannya, strategi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat Kalimantan Selatan yang lebih sejahtera.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Irfan Sayuti, S.Sos, M.Si berhasil melaksanakan berbagai program untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Upaya ini difokuskan pada peningkatan produktivitas dan penempatan tenaga kerja, baik di sektor formal maupun informal.
Kepala Disnakertrans Kalsel (menjelaskan bahwa program-program yang dijalankan bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki pekerjaan yang layak dan mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, meliputi pangan, sandang, dan papan. Dengan demikian, kemiskinan diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Ucapnya
Lebih lagi Ibu Indah Kabag disnakertrans kalsel menambahkan, program Disnakertrans terbagi dalam tiga seksi: Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Pelatihan & Produktivitas Tenaga Kerja. Seksi Penempatan Tenaga Kerja baru saja menyelenggarakan Job Fair pada tanggal 15-17 Juli di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin. Job Fair tersebut berhasil menghubungkan 55 perusahaan dengan 1.969 lowongan kerja di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertambangan, perbankan, dan manufaktur.
Untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja, Disnakertrans juga menyelenggarakan berbagai pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan skill para pencari kerja agar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Selain pelatihan umum, Disnakertrans juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang menawarkan 17 kejuruan berbeda. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang dibutuhkan baik untuk bekerja di sektor formal maupun untuk berwirausaha.
Seksi Perluasan Kesempatan Kerja fokus pada pemberdayaan masyarakat di sektor informal melalui program kewirausahaan. Program ini memberikan pelatihan dan bantuan sarana usaha, Kerjasama dengan BLK memastikan peserta pelatihan mendapatkan sertifikasi kompetensi sesuai standar yang berlaku (JPL).
Disnakertrans Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan program-programnya demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Keberhasilan Job Fair dan program pelatihan kewirausahaan menunjukkan komitmen nyata Disnakertrans dalam mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Harapannya, program-program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Kalsel.
@sikin MKn
editor : MKn