Mediakalselnews. com
Sebuah podcast di kanal YouTube KDM yang menyebut “suku Banjar adalah suku pemalas” tengah diselidiki Polda Kalimantan Selatan. Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan oleh narasumber yang mengaku bernama Aksar, warga Kalimantan Timur, namun kemudian diketahui bukan berasal dari daerah tersebut.
Ketua DPP Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan, Advokat H. Rachmad Fadillah, SH, telah memberikan keterangan kepada Ditreskrimsus Polda Kalsel pada Rabu (30/7/2025). Rachmad, yang juga warga asli Banjar dan Dayak Meratus, menegaskan pernyataan Aksar telah menyinggung martabat seluruh masyarakat Banjar. Ia menekankan bahwa meskipun kritik terhadap individu masih bisa ditoleransi, generalisasi terhadap seluruh suku merupakan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.
FKPWK telah menyerahkan bukti berupa rekaman video dan kronologi kejadian kepada pihak kepolisian. Proses penyelidikan masih berlanjut, dengan Ditreskrimsus mengumpulkan keterangan dan bukti dari berbagai pihak. Kasus ini menjadi sorotan publik di Kalimantan Selatan karena menyangkut isu sensitif etnis dan identitas lokal. Rachmad berharap proses hukum akan berjalan lancar dan memberikan keadilan bagi masyarakat Banjar.
@s
MKn