M K News. com
Banjarbaru – Kolaborasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghasilkan gerakan ASTA 2025: Aksi Peduli Sampah Nasional. Gerakan ini diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, berfokus pada kampus dan sekolah sebagai agen perubahan menuju lingkungan bersih dan bebas sampah. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi tuan rumah perayaan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya sinergi ini dalam meningkatkan kesadaran dan aksi nyata pengelolaan sampah. “Kolaborasi ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah lingkungan,” ujarnya saat membuka acara di Auditorium ULM, Sabtu (15/3/2025).

Lebih dari 2.000 peserta dari delapan universitas dan 56 sekolah turut serta dalam acara tersebut. Hanif juga menyoroti tantangan besar Indonesia dalam pengelolaan sampah, dengan 60,99% dari 56,63 juta ton sampah per tahun yang belum terkelola dengan baik. Sampah organik dan plastik menjadi penyumbang terbesar, menuntut penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, dan Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, turut menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan edukasi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Pengukuhan Kader Lingkungan Generasi Muda dan pameran inovasi mahasiswa ULM menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.
Red
@sik










