Pelatihan diikuti oleh perwakilan berbagai unit kerja di lingkungan ULM sebagai bagian dari upaya membangun budaya manajemen risiko yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hadir membuka kegiatan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU. Kepala Biro di lingkungan ULM serta sejumlah perwakilan fakultas, lembaga, dan Unit Pelaksana Akademik (UPA) turut serta sebagai peserta.
Selama pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai prinsip, kerangka kerja, dan proses manajemen risiko berdasarkan standar SNI ISO 31000, yang menjadi acuan internasional dalam pengelolaan risiko organisasi. Materi mencakup identifikasi risiko, analisis risiko, penyusunan strategi mitigasi, hingga monitoring dan evaluasi risiko.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen risiko merupakan kebutuhan strategis yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks. Menurutnya, Kementerian telah memberikan arahan agar perguruan tinggi memiliki unit khusus yang menangani manajemen risiko. Menindaklanjuti arahan tersebut, ULM bersama LPMPP melakukan pembahasan internal untuk merumuskan model kelembagaan yang lebih efektif.
“LPMPP memiliki cakupan tugas yang sangat luas sehingga fungsi manajemen risiko dipandang perlu berdiri lebih fokus. Karena itu, sejak tahun 2026 ULM mulai memformalkan unit yang secara khusus menangani urusan manajemen risiko,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan organisasi manajemen risiko harus dilakukan secara menyeluruh. Kehadiran kepala biro dan perwakilan unit kerja dalam pelatihan ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman civitas akademika ULM terkait penerapan manajemen risiko, baik di lingkungan kampus maupun dunia kerja.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, peserta dibekali kompetensi yang diharapkan mampu mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat, meningkatkan akuntabilitas organisasi, serta memperkuat ketahanan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.









