Mediakalselnews. com
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memimpin acara khataman Al-Qur’an bersama jajaran pejabat eselon II dan III lingkup Pemprov Kalsel. Kegiatan berlangsung khidmat di Taman 232, kompleks kediaman pribadi Gubernur di Jalan Lingkar Dalam, Banjarmasin, Selasa (17/3/2026), dengan didampingi ulama serta tokoh agama.
Acara diawali dengan pelaksanaan sholat Isya dan tarawih berjamaah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel, Muhammad Tambrin, para Tenaga Ahli Gubernur, serta sejumlah undangan lainnya.
Prosesi khataman dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah oleh Gubernur Muhidin, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama hingga doa penutup. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Qari Fahrurrazi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Setdaprov Kalsel beserta tim tadarus.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan rasa syukur karena dapat menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an yang telah dimulai sejak malam pertama Ramadan.
“Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an 30 juz bersama-sama. Ini merupakan nikmat dan keberkahan yang luar biasa. Mudah-mudahan kita diberikan umur panjang dan kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun depan,” ujarnya.
Lebih jauh, Muhidin berharap kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak hanya berhenti saat bulan puasa, namun menjadi pedoman hidup sehari-hari, khususnya bagi para penyelenggara negara.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, tetapi bisa terus menjadi kebiasaan. Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam bekerja dan mengambil kebijakan, agar apa yang kita lakukan membawa manfaat dan keberkahan,” tambahnya.
Sebagai bentuk tradisi dan kearifan lokal Banjar, Gubernur juga membagikan nasi ketan atau lakatan kepada seluruh peserta yang hadir sebagai simbol kebersamaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian tadarus Al-Qur’an pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah berlangsung selama bulan Ramadan, dengan tujuan menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci dan memperkuat nilai spiritual dalam pemerintahan.










