Mediakalselnews. com
Banjarmasin – Bank Indonesia (BI) pada Rabu (28/1) meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Laporan ini mengulas evaluasi ekonomi global dan domestik, serta arah kebijakan BI tahun 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan tiga poin utama: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan 4,7-5,5%, akan naik menjadi 4,9-5,7% pada 2026 dan 5,1-5,9% pada 2027. Inflasi tetap terkendali di kisaran 2,5±1% untuk tahun depan.
Sinergi akan diperkuat pada lima area: stabilitas ekonomi, hilirisasi SDA dan industrialisasi, ekonomi kerakyatan, pembiayaan ekonomi, serta digitalisasi.
Kalsel Punya Peluang Besar Lewat Transformasi Ekonomi
Kepala Perwakilan BI Kalsel Fadjar Majardi menyampaikan, Kalsel memiliki keunggulan di sektor pertambangan (29,47%) dan pertanian (11,55%). Kontribusi industri pengolahan hanya 10,9%, sehingga masih ada ruang untuk penguatan struktur ekonomi.
Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga dunia, dengan Kalimantan menyumbang 62,73% cadangan nasional. Umur cadangan batu bara di Kalimantan sekitar 90 tahun, mendukung pengembangan hilirisasi.
Proyek DME Akan Dilaksanakan Awal 2026
Pemerintah berencana melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) di tiga lokasi Kalimantan, termasuk Kalsel, awal tahun 2026. Implementasinya membutuhkan dukungan Pemda untuk maksimalkan dampak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Untuk mencapai target pertumbuhan 8,1%, Kalsel perlu strategi baru agar investasi lebih efisien. Penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas investasi, serta reformasi struktural menjadi kunci utama.
LPI 2025 dapat diunduh melalui https://www.bi.go.id/id/LPI/default.aspx.
(Banjarmasin, 29/1/2026)










