
Mediakalselnews. com
DANAU PANGGANG, HSU – Momen haul ke-2 Guru Danau (KH. Asmuni) yang bertepatan dengan 21 Rajab 1447 H atau 12 Januari 2026 berlangsung di Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Kegiatan yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi ini dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Sebagian besar jamaah datang menggunakan kelotok dan sampan, alat transportasi air yang khas dan banyak digunakan di kawasan Kalimantan. Sampan sendiri adalah perahu kayu dengan dasar datar, mampu mengangkut 2-8 orang tergantung ukuran, sementara kelotok adalah jenis sampan yang populer untuk perjalanan di sungai dan danau bisa menampung puluhan sampai seratus orang.
Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran acara, Kasat PolAirud Iptu. Marwan terjun langsung ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) untuk mengawasi dan mengamankan para jamaah selama perjalanan maupun saat tiba di lokasi. Sebanyak 16 personil PolAirud ditempatkan untuk mengatur lalu lintas air dan melakukan patroli di sekitar Danau Panggang.
Selain pihak kepolisian, kolaborasi juga terjalin dengan berbagai pihak terkait yang terpusat di posko pelabuhan sebelah Masjid SIRAJUL UMMAH. Personel dari TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Diskes), serta relawan masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan acara. Dishub membantu mengatur kedatangan dan keberangkatan kendaraan air, Diskes menyediakan fasilitas kesehatan darurat dan pemeriksaan singkat bagi jamaah yang membutuhkan, sedangkan relawan membantu dalam pengaturan antrian dan pemberian informasi.
Sebelumnya, pada 7 Januari 2026, telah dilakukan apel gelar pasukan pengamanan yang diikuti oleh sekitar 350 personel dari berbagai satuan kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya. Kapolres HSU AKBP Agus Nur Yanto menekankan pentingnya profesionalisme dan kesiapsiagaan seluruh personel untuk menjamin situasi aman dan kondusif selama pelaksanaan haul. Panitia juga telah menyiapkan area parkir dan melibatkan relawan untuk membantu mengatur arus lalu lintas serta memberikan informasi kepada jamaah.
Iptu Marwan, menyampaikan bahwa acara berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa insiden baik di perairan maupun darat. Meskipun terjadi kemacetan kendaraan, namun situasi tersebut dapat terkontrol dengan baik berkat persiapan dan koordinasi yang matang dari berbagai pihak terkait.
Guru Danau wafat pada 2 Februari 2024 atau 21 Rajab 1445 H dan merupakan sosok ulama kharismatik yang menjadi panutan masyarakat di wilayah HSU dan sekitarnya. Beliau pernah belajar di beberapa pesantren ternama dan membuka pengajian agama yang terus berjalan hingga kini.
red
@sik










